BAYI TABUNG DALAM PANDANGAN ISLAM

A. Apa itu bayi tabung?

23913557-baby-with-a-question-mark-Stock-Photo In Vitro Fertilization(IVF) atau lebih dikenal dengan bayi tabung adalah proses pembuahan sel telur(ovum) oleh sperma yang terjadi di luar tubuh wanita. Pertemuan antara sel telur(ovum) dengan sprema tersebut dilakukan di dalam cawan petri atau semacam mangkuk kecil yang terbuat dari kaca, kemudian hasil pembuahan akan ditanam kembali di dalam rahim si wanita. Proses bayi tabung ini banyak dilakukan oleh pasangan suami istri yang memiliki masalah dengan kesuburannya dan merupakan metode terakhir yang digunakan setelah metode lainnya tidak berhasil.

B. Bagaimana proses bayi tabung?

C. Apasih alasan pasangan suami istri mengikuti program bayi tabung?

Banyak alasan yang membuat pasangan suami istri memutuskan untuk mengikuti program bayi tabung, mulai dari alasan sederhana hingga alasan yang kompleks karena sudah merasa putus asa tidak juga dikaruniai janin yang tertanam di dalam rahim si wanita walaupun sudah menunggu begitu lama dan telah melakukan berbagai cara. Alasan utama pasangan suami istri mengikuti program bayi tabung biasanya tak jauh dari masalah kesuburan yang dialami keduanya atau salah satu pihak dari mereka. Masalah kesuburan yang umum terjadi antara lain:

  • Masalah oviduk/tuba falopi(saluran telur) kanker-serviks
  • Masalah sperma sperma-cariobatblogspot10

D. Hukum dalam Islam tentang Bayi Tabung

Bagaimana Islam memandang bayi tabung itu sendiri? Majelis Ulama Indonesia(MUI) dalam fatwanya menyatakan bahwa bayi tabung hukumnya mubah(boleh) jika dilakukan dengan sperma dan ovum dari pasangan suami-istri yang sah. Sebab, hal tersebut termasuk salah satu ikhtiar yang dilakukan pasangan suami istri berdasarkan kaidah-kaidah agama. Pandangan lain dari Islam tentang bayi tabung antara lain:

  • Program bayi tabung dikatakan boleh dilakukan jika sel telur(ovum) dan sperma berasal dari pasangan suami istri yang sah. Hasil dari pembuahan sel telur dan sperma tersebut hanya boleh ditanamkan pada rahim si istri sah saja dan bisa menjadi haram jika di tanam pada rahim wanita lain bahkan istri lain dari suami tersebut sekalipun(bagi suami yang berpoligami). Dan dikatakan boleh jika bayi tabung ini dilakukan karena niat pasangan suami istri yang susah untuk mendapatkan keturunan secara alami serta benar-benar sudah tidak ada lagi cara untuk mendapatkan keturunan selain dengan bayi tabung ini.
  • Jika sperma atau sel telur berasal dari orang lain(pendonor) maka hukumnya akan menjadi haram dan bisa tergolong perzinahan. Kerugian akan dialami oleh sang anak yang nasabnya hanya akan berhubungan dengn sang ibu dan status anak tersebut menjadi tidak sah.
  • Cara mengeluarkan sperma dari tubuh suami juga bisa menjadi haram ataupun halal, misalnya menjadi haram jika sperma tersebut dikeluarkan dengan cara yang tidak muhtaram (melanggar hukum dan kaidah Islam).

E. Dalil tentang Bayi Tabung

  • Al-Isro ayat 70al-isro 70

“Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkat mereka didaratan dan lautan , kami beri rejeki dari yang baik-baik , dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang kami ciptakan.”

Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk dan dengan berbagai kelebihan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Manusia diciptakan dengan kelebihan dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh makhluk-makhluk lainnya. Seperti kita ketahui bahwa inseminasi buatan itu awalnya dilakukan pada hewan atau tumbuhan. Karena kemajuan teknologi dan zaman inseminasi buatan diterapkan pada manusia contohnya bayi tabung. Dari segi etika dan moral, jika tidak dalam keadaan yang terpaksa dan benar-benar darurat bayi tabung ini seolah-olah mensejajarkan manusia dengan hewan/tumbuhan(human dignity).

  • At-Tin ayat 4at-tin 4

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

Pada surat At-Tin ayat 4 sama penjelasannya dengan surat sebelumnya yaitu Al-Isro ayat 70 yang menunjukkan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan/keistimewaan sehingga melebihi makhluk-makhluk Allah lainnya.

  • An-Nahl ayat 72an-nahl 72

Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu.

Pada hakikatnya yang sudah berkeluarga pasti ingin memiliki keturunan. Karena tujuan dari pernikahan itu sendiri salah satunya adalah memperoleh keturunan, Berdasarkan ayat tersebut diatas bahwa Allah menjadikan perempuan sebagai istri bagi suaminya agar memiliki anak-anak dan cucu-cucu. Namun pada kenyataannya ada kasus suami istri yang memiliki masalah pada kesuburannya sehingga sulit memiliki keturunan. Maka dari itu jalan terakhir yang dilakukan oleh pasanag suami istri biasanya adalah melalui proses bayi tabung dengan catatan sel telur dan sperma berasal dari isteri dan suami yang sah dan ditanam pada rahim istri/wanita yang sah.

  • Hadist riwayat Abu Daud

Diriwayatkan dari Ruwaifa’ ibn Sabit al Anshari, ia berkata bahwa Rasulullah saw. Bersabda: tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat untuk menyiramkan airnya kepada tanaman orang lain”.

  • Hadist riwayat at-Tirmidzi

Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: sesungguhnya sebaik-baiknya yang kamu makan ialah dari hasil pekerjaanmu. Dan sesungguhnya anak-anak kamu juga merupakan hasil dari pekerjaanmu”.

DAFTAR PUSTAKA

Higgins, Gregory. C. 2006. 8 Dilema Moral Zaman Ini. Yogyakarta: Kanisius

Daniel. Bayi Tabung. Available at: http://bayi-tabung.org/ [20 Juni 2015, 12:33]

Sheikh: Muhamad Shalih Al Munajid Pemimpin Umum Islam.ws. Hukum Bayi Tabung 2.Available at: http://islamqa.info/id/3474 [20 Juni 2015, 12:38]

2009. 3D Animation of How IVF Works. Available at: https://www.youtube.com/watch?v=GeigYib39Rs [22 Juni 2015, 14:32]

Iklan

Halo dunia!

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika Anda menyukai, gunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengapa Anda memulai blog ini dan apa rencana Anda dengan blog ini.

Selamat blogging!